Lima Hal Yang Diingat Umar Bin Khatab r.a atas Kecerewetan Sang Istri
Seorang laki-laki berjalan tergesa-gesa menuju kediaman Khalifah Umar bin Khatab r.a. Ia ingin mengadu pada Khalifah; tak tahan dengan kecerewetan istrinya. Begitu sampai di depan rumah khalifah, laki-laki itu tertegun.
Dari dalam rumah terdengar istri Khalifah Umar bin Khatab r.a sedang ngomel, marah-marah. Cerewetnya melebihi istri yang akan diadukannya pada Umar. Tapi, tak sepatah katapun terdengar keluhan dari mulut khalifah. Umar diam saja, mendengarkan istrinya yang sedang gundah. Akhirnya lelaki itu mengurungkan niatnya, batal melaporkan istrinya pada Umar.
Apa yang membuat seorang Khalifah Umar bin Khatab r.a yang disegani kawan maupun lawan, berdiam diri saat istrinya ngomel? Mengapa ia hanya mendengarkan, padahal di luar sana, ia selalu tegas pada siapapun?
Umar berdiam diri karena ingat 5 hal.
1. Benteng Penjaga Api Neraka
Kelemahan laki-laki ada di mata. Jika ia tak bisa menundukkan pandangannya, niscaya panah-panah setan berlesatan dari matanya, membidik tubuh-tubuh elok di sekitarnya.
Panah yang tertancap membuat darah mendesir, bergolak, membangkitkan raksasa dalam dirinya. Sang raksasa dapat melakukan apapun demi terpuasnya satu hal; syahwat. Adalah sang istri yang selalu berada di sisi, menjadi ladang bagi laki-laki untuk menyemai benih, menuai buah di kemudian hari.
Adalah istri tempat ia mengalirkan berjuta gelora. Biar lepas dan bukan azab yang kelak diterimanya Ia malah mendapatkan dua kenikmatan: dunia dan akhirat. Maka, ketika Umar terpikat pada liukan penari yang datang dari kobaran api, ia akan ingat pada istri, pada penyelamat yang melindunginya dari liukan indah namun membakar. Bukankah sang istri dapat menari, bernyanyi dengan liukan yang sama, lebih indah malah. Membawanya ke langit biru. Melambungkan raga hingga langit ketujuh. Lebih dari itu istri yang salihah selalu menjadi penyemangatnya dalam mencari nafkah.
2. Pemelihara Rumah
Pagi hingga sore suami bekerja dan berpeluh. Terkadang sampai mejelang malam. Mengumpulkan harta. Setiap hari selalu begitu. Ia pengumpul dan terkadang tak begitu peduli dengan apa yang dikumpulkannya. Mendapatkan uang, beli ini beli itu. Untunglah ada istri yang selalu menjaga, memelihara. Agar harta diperoleh dengan keringat, air mata, bahkan darah tak menguap sia-sia Ada istri yang siap menjadi pemelihara selama 24 jam, tanpa bayaran.
Jika suami menggaji seseorang untuk menjaga hartanya 24 jam, dengan penuh cinta, kasih sayang, dan rasa memiliki yang tinggi, siapa yang sudi? Berapa pula ia mau dibayar. Niscaya sulit menemukan pemelihara rumah yang lebih telaten daripada istrinya. Umar ingat betul akan hal itu. Maka tak ada salahnya ia mendengarkan omelan istri, karena (mungkin) ia lelah menjaga harta-harta sang suami yang semakin hari semakin membebani.
3. Penjaga Penampilan
Umumnya laki-laki tak bisa menjaga penampilan. Kulit legam tapi berpakaian warna gelap. Tubuh tambun malah suka baju bermotif besar. Atasan dan bawahan sering tak sepadan. Untunglah suami punya penata busana yang setiap pagi menyiapkan pakaiannya, memilihkan apa yang pantas untuknya, menjahitkan sendiri di waktu luang, menisik bila ada yang sobek. Suami yang tampil menawan adalah wujud ketelatenan istri. Tak mengapa mendengarnya berkeluh kesah atas kecakapannya itu
4. Pengasuh Anak-anak
Suami menyemai benih di ladang istri. Benih tumbuh, mekar. Sembilan bulan istri bersusah payah merawat benih hingga lahir tunas yang menggembirakan. Tak berhenti sampai di situ. Istri juga merawat tunas agar tumbuh besar. Kokoh dan kuat. Jika ada yang salah dengan pertumbuhan sang tunas, pastilah istri yang disalahkan. Bila tunas membanggakan lebih dulu suami maju ke depan, mengaku, ?akulah yang membuatnya begitu.? Baik buruknya sang tunas beberapa tahun ke depan tak lepas dari sentuhan tangannya. Khalifah Umar bin Khatab r.a paham benar akan hal itu.
5. Penyedia Hidangan
Pulang kerja, suami memikul lelah di badan. Energi terkuras, beraktivitas di seharian. Ia butuh asupan untuk mengembalikan energi. Di meja makan suami cuma tahu ada hidangan: ayam panggang kecap, sayur asam, sambal terasi dan lalapan. Tak terpikir olehnya harga ayam melambung; tadi bagi istrinya sempat berdebat, menawar, harga melebihi anggaran. Tak perlu suami memotong sayuran, mengulek bumbu, dan memilah-milih cabai dan bawang. Tak pusing ia memikirkan berapa takaran bumbu agar rasa pas di lidah. Yang suami tahu hanya makan. Itupun terkadang dengan jumlah berlebihan; menyisakan sedikit saja untuk istri si juru masak. Tanpa perhitungan istri selalu menjadi koki terbaik untuk suami. Mencatat dalam memori makanan apa yang disuka dan dibenci suami.
Dengan mengingat lima peran ini, Khalifah Umar bin Khatab r.a kerap diam setiap istrinya ngomel. Mungkin dia capek, mungkin dia jenuh dengan segala beban rumah tangga di pundaknya. Istri telah berusaha membentenginya dari api neraka, memelihara hartanya, menjaga penampilannya, mengasuh anak-anak, menyediakan hidangan untuknya. Untuk segala kemurahan hati sang istri, tak mengapa ia mendengarkan keluh kesah buah lelah.
Umar hanya mengingat kebaikan-kebaikan istri untuk menutupi segala cela dan kekurangannya. Bila istri sudah puas menumpahkan kata-katanya, barulah ia menasehati, dengan cara yang baik, dengan bercanda. Hingga tak terhindar pertumpahan ludah dan caci maki tak terpuji. Akankah suami-suami masa kini dapat mencontoh perilaku Khalifah Umar bin Khatab r.a ini. Ia tak hanya berhasil memimpin negara tapi juga menjadi imam idaman bagi keluarganya.....
Seperti ibu pada umumnya, ketika Karin mengetahui bahwa dirinya mengandung, ia sebisa mungkin membantu putranya, Mikael, yang masih berumur 3 tahun, mempersiapkan diri untuk kehadiran seorang adik. Beberapa bulan kemudian, diketahui bahwa bayi dalam kandungan Karin berjenis kelamin perempuan. Setiap harinya, siang dan malam, Mikael bernyanyi untuk adiknya di dalam perut Karin.
Waktu melahirkan pun tiba. Namun, dalam proses melahirkan itu terjadi komplikasi, sehingga memakan waktu berjam-jam. Meski adik kecil Mikael dapat lahir dengan selamat, kondisinya sangat lemah. Ia harus masuk ke bagian ICU Neonatal.
Keadaannya makin buruk. Dokter spesialis anak memberi tahu perkembangan kondisi bayi pada Karin dan suaminya, "Harapannya sangat kecil. Bersiaplah menghadapi yang terburuk." Setelah mendengar berita itu, Karin dan suaminya menghubungi pemakaman setempat untuk memesan lahan makam.
Sementara itu, Mikael terus-terusan merengek ingin bernyanyi untuk adiknya; tapi anak-anak tidak diperbolehkan masuk ke ruang ICU. Meski begitu, Karin mengambil keputusan bulat. Ia mengajak masuk Mikael meski perawat melarangnya. Kepala perawat lalu mengenali dia dan berteriak menegur, "Bawa keluar anak itu sekarang! Anak-anak tidak boleh masuk!"
Jiwa keibuan muncul dalam diri Karin. Perempuan yang biasanya lemah lembut itu memberikan tatapan tajam pada kepala perawat, bibirnya menunjukkan kebulatan tekadnya. "Dia tidak akan pergi sampai dia bernyanyi untuk adiknya!" Karin pun menggandeng Mikael mendekati sisi tempat tidur adiknya. Mikael menatap adiknya, yang terlihat menderita. Lalu, ia mulai bernyanyi:
"Kau adalah mentariku, satu-satunya mentariku, kau membuatku bahagia ketika langit gelap...."
Adik kecil itu memberikan reaksi. Denyut nadinya mulai menjadi tenang dan teratur.
Nyanyian Mikael terus berlanjut. "Semalam, adikku, waktu aku tidur, aku bermimpi kau ada dalam pelukanku...." Adik kecil Mikael terlihat tenang dan sepertinya kondisinya mulai pulih.
Mikael belum berhenti menyanyi. Air mata terlihat mulai mengalir di wajah kepala perawat itu. Sementara, wajah Karin tampak cerah. "Kau adalah mentariku, satu-satunya mentariku. Janganlah pergi dariku."
Rencana pemakaman akhirnya dibatalkan. Keesokan harinya, adik kecil itu sudah boleh pulang!
Nyanyian Mikael lalu disebut "Keajaiban Nyanyian Kakak." Para perawat di rumah sakit itu menyebutnya sebuah keajaiban. Karin menyebutnya sebuah keajaiban kasih karunia Tuhan!
Di antara instruksi2 yg ada di pintu masuk, terdpt instruksi yg menunjukkan bgmn aturan main utk masuk toko tsb:
"Kamu hny dpt mengunjungi toko ini SATU KALI!"
Toko tsb terdiri dr 6 lantai dimn setiap lantai akan menunjukkan kelompok calon istri.
Semkin tinggi lantainya, semkn tinggi pula nilai wanita tsb. Kamu dpt memilih wanita di lantai tertntu / lbh memilih ke
lantai berikutnya, tp dgn syarat tdk bs turun lg ke lantai sblmnya kecuali utk keluar dr toko.
Lalu, seorang pria pun pergi ke " TOKO ISTRI " tsb untuk mencari istri. Di stp lantai terdpt tulisan spt ini:
Lt 1:
"Wanita di lt ini taat pd Tuhan & pandai memasak."
Pria itu tersenyum, kmd dia naik ke lantai selanjutnya.
Lt 2:
"Wanita di lt ini taat pd Tuhan, pandai memasak & lemah lembut."
Kmbali pria itu naik ke lantai selanjutnya.
Lt 3:
"Wanita di lt ini taat pd Tuhan, pandai memasak, lemah lembut & cantik."
''Wow!'', ujar sang pria, tetapi pikirannya msh penasaran & trs naik.
Lalu smpailah pria itu di lt. 4 n terdpt tulisan:
"Wanita di lt ini taat pd Tuhan, pandai memasak, lemah lembut, cantik banget & syg anak."
''Ya ampun!'' Dia berseru, ''Aku hampir tak percaya!''
Dan dia tetap mlanjutkan ke lt 5:
"Wanita di lt ini taat pd Tuhan, pandai memasak, lemah lembut, cantik banget, syg anak & sexy."
Dia tergoda utk berhenti tp kmd dia melangkah ke lt. 6 & terdpt tulisan:
"Anda adalah pengunjung yg ke 4.363.012.000. Tdk ada wanita di lantai ini. Lantai ini hny semata2 pembuktian utk pria yg tdk pernah puas."
Trm ksh tlh berblanja di " TOKO ISTRI ". Mohon hati2 ketika keluar dr sini.
sumber:
http://www.kaskus.us/showthread.php?t=8046503
Ayat ini tidak bisa dipisahkan dengan ayat sebelumnya yang menjelaskan persamaan orang-orang yang lupa Allah dengan binatang, bahkan lebih hina. Mereka berotak tapi tak berfikir, berhati tapi tak menghayati, bermata tapi buta, bertelinga tapi tuli. Akibatnya, tidak ada benar dan salah, baik dan buruk. Apa yang menyenangkan, itulah yang terbaik dan itulah yang dicari. "Dan sesungguhnya kami jadikan untuk(isi neraka jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. mereka itulah orang-orang yang lalai." (QS. Al-A'raf [7]:179)
Maka QS.Al-A'raf [7]:180 yang dikutip diatas melarang kita mengikuti cara hidup mereka yang menyimpang dari kebenaran dan memerintahkan untuk menyembah Allah yang memiliki nama-nama mulia (asma-ul husna). "Dialah Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia.Dia mempunyai asma-ul husna (nama-nama yang baik)"(QS. Thaha[20]:8).
Ada 99 nama Allah sesuai dengan sabda Nabi SAW, "Sungguh, Allah memiliki 99 nama, yaitu seratus kurang satu. Barangsiapa yang memeliharanya, masuklah ia kedalam surga."(HR.Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah). Beberapa dari asma-ul husna itu disebutkan dalam Al qur'an, "Diallah Allah yang Menciptakan (al-khaliq), yang Mengadakan (al-Bari-u), yang Membentuk Rupa (al-mushawwir), yang mempunyai asma-ul husna. Bertasbih kepadaNya apa yang di langit dan bumi, dan Dialah yang maha Perkasa (al-Azis) lagi maha Bijaksana (al-Hakim)." (QS. Al-Hasyr [59]:24)
Setelah menjelaskan asma-ul husna, maka Allah SWT memerintahkan dua hal.
Pertama, selalu memanggil atau berdoa dengan asma-ul husna. perintah ini diulang lagi oleh Allah dalam QS. Al Isra [17]:110, "Katakanlah, Serulah Allah atau serulah Ar-rahman. Dengan nama yang mana saja kamu seru, Dia mempunyai Asma-ul husna (nama-nama yang baik) dan janganlah kamu mengeraskan suaramu dalam shalatmu dan janganlah pula merendahkannya dan carilah jalan tengah diantara kedua itu".
Kedua, membiarkan atau tidak meladeni orang-orang mulhid yaitu orang yang tidak mengakui adanya adanya Allah atau tidak mengakui sifat-sifat Allah yang tercermin dalam nama-namaNya. Termasuk dalam kategori mulhid adalah orang yang menuduh Allah tidak adil, tidak pengasih, tidak pemberi rizki, dan sebagainya, misalnya ketika orang yang banyak beribadah dan bersedekah justru menerima cobaan yang berat. Pada saat yang sama, ia melihat orang kafir lebih sejahtera hidupnya, dan nyaris tanpa cobaan dalam hidup sama sekali. karenanya ia kecewa lalu menjauhi Allah SWT.
Terhadap mulhid yang bersungguh-sungguh mengajak diskusi untuk mencari kebenaran, kita wajib melayaninya dengan santun dan bijaksana. Namun bagi mereka yang hanya iseng dan berminat melecehkan Allah dan Islam tidak perlu kita menghiraukannya. Akan sia-sia berdiskusi dengan mereka, sebab mereka telah mengunci hati mereka. Orang bijak mengatakan "sekalipun matahari bersinar sepanjang tahun, orang yang tidak membuka mata tetap tidak mengakui adanya sinar".
Dalam ayat diatas seakan Allah memanggil orang-orang yang beriman:"Hai orang yang berdosa, janganlah gelisah, Segera panggillah Aku "Ya Allah, ya Ghaffar(Wahai Allah Yang Maha Pengampun) "
Janganlah gelisah tetang kebutuhan hidup. Panggilah Aku "Ya Razzaq, Ya Ghani"(Yang Maha Pemberi Rizki dan Maha Kaya).
Jangan Kecewa karena tidak mendapatkan apresiasi dari orang atas sebuah karya. Panggilah Aku "Ya Syakur"(Yang Maha Menghargai).
Jangan sedih dan merasa sendirian karena kasih sayang yang hilang dari orang lain. Panggillah Aku "Ya Rahman, Ya Rahim"(Yang Maha Mengasihi dan Maha Menyayangi).
Kenapa sedih karena salah satu keluarga belum terbuka hatinya menerima kebenaran?. Panggillah Aku "Ya Fattah, Ya Hadi"(Yang Maha Membuka, dan Maha Pemberi Petunjuk).
Jangan cemas terhadap ancaman kekerasan orang dhalim. Panggillah Aku "Ya Jabbar, Ya Qahhar"(Yang Maha Perkasa dan Maha Memaksa).
Janganlah kamu berputus asa saat menghadapi suami atau istri yang "berhobi" marah. Panggillah Aku "Ya Shabur, Ya Halim" (Yang Maha Sabar dan Maha Penyantun).
Jangan bingung apalagi bertindak kasar karena tuduhan keji yang tidak berdasar. Panggillah Aku "Ya Adl, Ya Khabir" (Yang Maha Adil dan Maha Tahu).
Beristirahatlah dan tenangkan jiwamu setelah bekerja keras. serahkan seluruh persoalanmu kepadaKu. Aku segera ambil alih. Panggillah Aku "Ya Wakil" (Yang Maha Menerima Penyerahan Diri).
Hiduplah dengan ruh tauhid: tenang, senang, optimis, dan penuh energy dengan Densus 99.
sumber : Majalah Nuruh Hayat
Aku suka caramu membuatku tersenyum
Saat hari ku kelabu
Aku suka caramu tertawa riang
Saat kau datang menyambutku
Aku suka semua perhatianmu
Aku suka caramu menjaga diriku
Aku suka semuanya tentangmu
Engkau dan aku
Tercipta untuk jadi satu
Engkau dan aku
Ku kan selalu jadi milikmu
Walau waktu berputar
Cinta kita ‘kan bersinar selamanya
Aku suka semuanya tentang kamu
Aku suka caramu menahan diriku
Saat ku ‘kan pergi jauh
Aku suka caramu membuatku cemburu
Tuk dapat perhatianku
Aku suka caramu memanjakanku
Aku suka caramu meyakinkan aku
Saat aku merasa ragu
Engkau dan aku
Tercipta untuk jadi satu
Engkau dan aku
Ku ‘kan selalu jadi milikmu
Walau waktu berputar
Cinta kita ‘kan bersinar selamanya
Aku suka semuanya tentang kamu
Walau waktu berputar
Cinta kita ‘kan bersinar selamanya
Aku suka
Aku suka
Aku suka
Aku suka
Aku suka
Semuanya tentang kamu
download lagunya (^__^)"

Memang benar pepatah lama “Ada gula, ada semut”, sesuatu yang ‘manis’ akan menarik orang untuk datang. Manis sendiri bisa diartikan uang, kelimpahan, keilmuan, sesuatu yang enak dan lain-lain. Dalam dunia bisnis, saya mengartikan “sesuatu yang menarik, akan mendatangkan orang”. Sesuatu yang ‘menarik’ di metaforakan sebagai ‘gula’ dan orang yang datang ‘mengerubuti’, diibaratkan sebagai ‘semut’. Dalam istilah marketing, tenant anchor yang dapat mendatangkan keramaian (traffic), sebagai gulanya. Nah, para pemilik gula ini biasanya mendapatkan fasilitas yang istimewa, seperti sewa gratis selama beberapa tahun atau kemudahan-kemudahan lainnya. Kenapa mereka bisa mendapat sewa gratis? Ya karena bisa mendatangkan keramaian tadi! Contohnya, para hypermarket yang terkenal seperti Carefour dan Hypermart. Biasanya mereka berada di bagian belakang, bawah, ujung dari suatu mal. Mengapa? Supaya para ‘semut’ yang akan mendatangi mereka, melewati lorong-lorong mal terlebih dahulu. Jika setiap lorong mal tersebut ramai dengan orang lewat, pasti gampang jualan kiosnya.
Coba bayangkan jika Anda berjualan di tempat yang lalat atau semutpun tidak ada yang lewat. Meski murah tempatnya, seperti jualan di kuburan bukan? Kalau siang hari bisa jualan kembang dan kemenyan. Bagaimana kalau malam hari? Jualan bakso sama suster ngesot? Lain halnya jika Anda menyewa suatu tempat yang sudah pasti banyak semutnya, pasti gampang jualannya. Anda bisa berjualan coklat, roti, susu kental manis, atau segala sesuatu yang disukai sang semut. Pertanyaannya, bagaimana cara mendatangkan semut? Ya itu tadi, gulanya disebar dulu!
Apa saja yang bisa jadi gula?
Gula bukan berarti harus tenant besar seperti Carefour, bisa juga kita sendiri yang menciptakan gulanya. Contohnya jika Anda membuka usaha cuci mobil, bagaimana agar para semut datang? Anda bisa mengundang mereka dengan ‘gula gratis’ (baca: cuci gratis). Nah, anehnya, semut dalam bisnis bisa dipancing. Sudah manusiawi, jika ada keramaian, pasti membuat orang lewat penasaran,”Apaan sih itu?”. Dan anehnya juga, kebanyakan orang berasumsi bahwa ‘ramai’ itu artinya ‘laris dan enak’. Bagaimana Anda memutuskan untuk makan di suatu tempat? Selain dari referensi semut yang lain (semut get semut), dari tempat yang kelihatan banyak semut kan? Jadi intinya, semutpun perlu pancingan. Gula bukanlah akhir dari penjualan Anda. Gula hanyalah umpan untuk mendatangkan semut. Setelah para semut datang, Anda bisa menawarkan menu-menu yang lainnya untuk menambah pemasukkan. Boleh creambath gratis, tapi sambil menawarkan vitamin, hair tonic, potong rambut, refleksi kaki, manicure dan pedicure. Soto boleh tidak untung, tapi perkedel, sate kerang, krupuk parunya membuat untung. Persewaan lapangan futsal mungkin super murah, tapi sewa kios di sekitarnya super mahal, belum lagi pemasukan dari iklan disekitarnya
Jadi jangan heran jika ada kafe, salon sampai lapangan futsal yang berani memasang tarif super murah dan tidak masuk akal, dengan tujuan mendatangkan semut. Yang terpenting adalah mendatangkan traffic di tempat usaha, selanjutnya terserah Anda…
sumber: Jaya Setiabudi
Apakah anda sudah memiliki bakat menjadi pengusaha sukses, apakah anda punya Intelligence Quotient(IQ), Emotional Quotient (SQ), dan Adversity Quotient (AQ) yang tinggi?. Namun jangan bersenang hati dulu, ternyata diperlukan sentuhan factor “X” yang membuat seseorang dapat sukses dalam berbisnis.
Apa sih factor “X”, dan kenapa factor “X”, maksud “X” disini adalah Pactical Intelligence (PI), factor inilah yang menjadi factor pembeda antara pengusaha sukses dan yang tidak berhasil.
Menurut J.Robert Baum, PI (Practical Intelligence) adalah suatu pengalaman berdasarkan akumulasi keterampilan dan pengetahuan disertai kemampuan untuk mengaplikasikan pengetahuan itu dalam memecahkan masalah setiap hari. Dengan kata lain, PI dapat disebut sebagai “know-how”. Orang yang hanya sedikit belajar dari pengalamannya hanya akan mendapatkan sedikit kemampuan Practical Inteligence-nya. PI merupakan pengalaman yang dialaminya langsung yang menjadi bahan pelajaran baginya, bukan belajar dengan cara melihat dan mendengar saja. Orang yang memiliki kecerdasan umum yang tinggi kadang-kadang gagal dalam bisnis, tetapi sebaliknya orang yang memiliki IQ lebih rendah namun bisa sukses dalam berbisnis. Ini terbukti orang yang sudah berpengalaman dapat memprediksi perkembangan bisnisnya hingga mendekati hasil yang dicapai dibanding para pendatang baru yang belum perpengalaman.
Dalam berwirausaha ada tiga tangan yang bergerak dalam usaha yang sedang digeluti yaitu
- Buah tangan. Buah tangan adalah apa yang kita kerjakan dengan sungguh-sungguh atau kerja keras kita.
- Tanda tangan. Tanda tangan ialah hasil dari buah tangan kita.
- Campur tangan. Ini adalah hal yang sering kita lupakan, yaitu campur tangan tuhan. Sehebat apapun buah tangan kalau tidak ada campur tangan tuhan percuma saja.
Factor “X” ini sangat banyak, namun ujung-ujungnya ialah kekuasaan tuhan, bekerja dan berusaha ialah kewajiban manusia, namun hasil ialah hak prerogative Tuhan. Terkadang kita malah melupakan hal-hal sepele seperti ini.
terima kasih, selamat membaca semoga bermanfaat..

RESIKO
Risiko berhubungan dengan ketidakpastian ini terjadi oleh karena kurang atau tidak tersedianya cukup informasi tentang apa yang akan terjadi. Sesuatu yang tidak pasti (uncertain) dapat berakibat menguntungkan atau merugikan.menurut Wideman, ketidak pastian yang menimbulkan kemungkinan menguntungkan dikenal dengan istilah peluang (Opportunity, sedangkan ketidak pastian yang menimbulkan akibat yang merugikan dikenal dengan istilah risiko (Risk).
Risiko dapat dikategorikan ke dalam dua bentuk :
Risiko spekulatif
Risiko spekulatif adalah suatu keadaan yang dihadapi perusahaan yang dapat memberikan keuntungan dan juga dapat memberikan kerugian. Risiko spekulatif kadang-kadang dikenal pula dengan istilah risiko bisnis(business risk). Seseorang yang menginvestasikan dananya disuatu tempat menghadapi dua kemungkinan. Kemungkinan pertama investasinya menguntungkan atau malah investasinya merugikan. Risiko yang dihadapi seperti ini adalah risiko spekulatif. Risiko spekulatif adalah suatu keadaan yang dihadapi yang dapat memberikan keuntungan dan juga dapat menimbulkan kerugian.
Risiko murni
Risiko murni (pure risk) adalah sesuatu yng hanya dapat berakibat merugikan atau tidak terjadi apa-apa dan tidak mungkin menguntungkan. Salah satu contoh adalah kebakaran, apabila perusahaan menderiat kebakaran,maka perusahaan tersebut akan menderita kerugian. kemungkinan yang lain adalah tidak terjadi kebakaran. Dengan demikian kebakaran hanya menimbulkan kerugian, bukan menimbulkan keuntungan, kecuali ada kesengajaan untuk membakar dengan maksud-maksud tertentu. Risiko murni adalah sesuatu yang hanya dapat berakibat merugikan atau tidak terjadi apa-apa dan tidak mungkin menguntungkan. Salah satu cara menghindarkan risiko murni adalah dengan asuransi. Dengan demikian besarnya kerugian dapat diminimalkan. itu sebabnya risiko murni kadang dikenal dengan istilah risiko yang dapat diasuransikan ( insurable risk ).
Perbedaan utama antara risiko spekulatif dengan risiko murni adalah kemungkinan untung ada atau tidak, untuk risiko spekulatif masih terdapat kemungkinan untung sedangkan untuk risiko murni tidak dapat kemungkinan untung.
Wirausaha dalam mengambil tindakan hendaknya tidak didasari oleh spekulasi, melainkan perhitungan yang matang. Ia berani mengambil risiko terhadap pekerjaannya karena sudah diperhitungkan. Oleh sebab itu, wirausaha selalu berani mengambil
risiko yang moderat, artinya risiko yang diambil tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu rendah. Keberanian menghadapi risiko yang didukung komitmen yang kuat, mendorong wirausaha untuk terus berjuang mencari peluang sampai memperoleh hasil. Hasil-hasil itu harus nyata/jelas dan objektif, dan merupakan umpan balik (feedback) bagi kelancaran kegiatannya.
Kemauan dan kemampuan untuk mengambil risiko merupakan salah satu nilai utama dalam kewirausahaan. Wirausaha yang tidak mau mengambil risiko akan sukar memulai atau berinisiatif. Seorang wirausaha yang berani menanggung risiko adalah orang yang selalu ingin jadi pemenang dan memenangkan dengan cara yang baik. Wirausaha adalah orang yang lebih menyukai usaha-usaha yang lebih menantang untuk lebih mencapai kesuksesan atau kegagalan daripada usaha yang kurang menantang. Oleh sebab itu, wirausaha kurang menyukai risiko yang terlalu rendah atau terlalu tinggi. Keberanian untuk menanggung risiko yang menjadi nilai kewirausahaan adalah pengambilan risiko yang penuh dengan perhitungan dan realistis. Kepuasan yang besar diperoleh apabila berhasil dalam melaksanakan tugas-tugasnya secara realistis. Wirausaha menghindari situasi risiko yang rendah karena tidak ada tantangan, dan menjauhi situasi risiko yang tinggi karena ingin berhasil. Pilihan terhadap risiko ini sangat tergantung pada :
1.daya tarik setiap alternatif
2. kesediaan untuk rugi
3. kemungkinan relatif untuk sukses atau gagal
Perlu adanya menganalisa resiko-resiko yang ada, berapa besar peluang resiko tersebut terjadi, beserta berapa besar kerugian yang akan dialami. Untuk resiko-resiko yang dapat menimbulkan kerugian besar ataupun memiliki peluang tinggi, maka perlu menyiapkan rencana antisipasi agar kehidupan rutin jangan sampai terlalu banyak terganggu apabila kerusakan tersebut terjadi. Untuk bisa memilih, sangat ditentukan oleh kemampuan wirausaha
untuk mengambil risiko antara lain :
1. keyakinan pada diri sendiri
2. kesediaan untuk menggunakan kemampuan dalam mencari peluang dan kemungkinan memperoleh keuntungan.
3. kemampuan untuk menilai situasi risiko secara realistis.


























